Kopi Ketjil, Mungil Dan Hangat

 

Aroma wangi kopi sudah tercium begitu saya berada di parkiran Kopi Ketjil yang sempit. Sesaat sebelum kami datang, brewer di sana sedang melakukan proses roasting biji kopi. Sesuai dengan namanya, kedai kecil ini berlokasi di No., Jl. Demangan Baru No.8a, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya disambut oleh Sindu Nalendra, brewer yang bertugas pagi itu. Ia menyapa saya sembari mengenalkan beberapa varian kopi yang tersedia.

“Kalo tadi kalian datang lebih pagi, bisa sekalian liat prosesnya,” ucap Sindu.

Gayo, Sapan, Dampit, Papua Baliem, dan Sunda Petik Kismis ia tawarkan pada kami. Kopi-kopi tersebut didapat dari petani dan diolah sendiri di Kopi Ketjil. Lantas didistribusikan ke Jakarta dan Surabaya selain untuk dikonsumsi sendiri. Itulah mengapa kedai ini menyisipkan nama artisan kopi  pada taglinenya.

Bagian dalam kedai ini tampak remang dan hangat, kurang lebih cuma mampu memuat maksimal 10 orang saja. Mesin roasting ada di bagian belakang menambah kesan kedai ini lebih industrial, jauh dari kesan fancy dan instagramable. Sempit memang, namun begitu hidup. Pengunjung yang datang tampak saling kenal. Ketika saya mencoba berinteraksi dengan pengunjung lain, ternyata mereka juga baru kenal saat itu juga. Kopi menyatukan mereka, tanpa embel-embel apapun.

Pengunjung Kopi Ketjil sendiri cukup beragam, mulai dari mahasiswa, pelajar SMA, sampai para pekerja lepas. Harganya pun cukup murah, mulai dari 10 ribu sampai dengan 20 ribu rupiah. Itulah mengapa pelajar dan mahasiswa yang menjadi pengunjung setia Kopi Kejtil.

 

Fachmi Ramadhan, Liverpudlian yang menunda lulus kuliah sebelum Liverpool juara Liga Inggris. Dapat ditemui di akun Instagram dengan nama @fahmek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *