Waroeng Pemula: Ketika Kopi dan Inovasi Bertemu

Mendengar kata “inovasi”, apa yang ada di kepala Anda?

Steve Jobs? Google? Teknologi?

Pernahkah terbayang di benak Anda, kalau ternyata secangkir kopi pun bisa menjadi salah satu produk inovasi?

Waroeng Pemula adalah salah satu buktinya. Kedai kopi di bilangan Condongcatur, Sleman, Yogyakarta ini sudah bergulat dengan beragam inovasi sejak awal didirikan sekitar dua tahun silam.

Salah satu buah inovasi tersebut bernama Kopi Binal.

Kopi Binal merupakan signature product yang ide awalnya tercetus dari otak brilian sang owner, Gedion Leo Christian (lebih akrab disapa Dion Pemula).

“Kopi Binal ini sebenernya adalah apresiasi dari yang namanya kopi,” ujar Dion. “Karena saya suka ngopi, saya menikmati kopi, saya hobi ngopi, maka saya mengapresiasikan apa keinginan saya. Ketika saya nggak suka kopi yang pahit, ketika saya nggak suka kopi yang rasanya asem, akhirnya saya combine dengan pengalaman di dunia kerja.”

Sebelum memutuskan terjun di kancah wirausaha, Dion cukup lama mengecap pahit-manis dunia kerja. Selama berkarier di bidang hospitality, ada begitu banyak ide tercetus di kepala. Salah satunya adalah mengombinasikan kopi dengan sirup Kawista.

Sayang, ide tersebut terbentur dengan berbagai birokrasi dan prosedur perusahaan. Teramat mustahil untuk diwujudkan. Ketika akhirnya Waroeng Pemula berdiri, dan Dion memiliki kebebasan penuh bereksperimen, barulah ide tersebut bisa ia tuangkan dalam bentuk Kopi Binal.

Seperti yang sudah disinggung di atas, salah satu bahan utama Kopi Binal adalah sirup Kawista. Sesuai namanya, sirup Kawista merupakan sirup yang dibuat dari buah Kawista. Bagi Anda yang belum pernah dengar, ini adalah buah yang sangat legendaris. Ia hanya tumbuh di beberapa tempat tertentu di Indonesia.

Buah yang diklaim sebagai buah asli dari wilayah Rembang ini punya taste yang unik. Menurut Dion, taste itulah yang ketika dikombinasikan dengan kopi, akhirnya menghasilkan sebuah minuman berkarakter kuat. Menurutnya pula, sirup Kawista di dalam segelas Kopi Binal tidak mengubah rasa kopi itu sendiri, namun malah mengembangkan rasanya.

“Sirup Kawista ini kayak seorang cewek, gadis desa, tapi dia nggak pernah terjamah. Maksudnya, nggak ada yang mau ngelihat dia, karena dia si ‘orang desa’. Akhirnya, aku penasaran. Aku coba campur sama kopi, aku coba flavor di coffe latte, aku coba flavor sampai ke bir, alkohol, segala macem dia masuk,” ucap Dion dengan mata berbinar. “Pertanyaannya, kenapa sirup Kawista ini nggak laku? Karena nggak dijual. Karena nggak di-sounding. Karena nggak di-up selling.”

Itulah asal-mula sebuah inovasi yang bernama Kopi Binal.

Meskipun ide awal Kopi Binal berasal dari Dion, namun pengembangannya dilakukan secara kolektif oleh segenap kerabat kerja yang bernaung di bawah bendera Waroeng Pemula.

Bagi Dion, kunci sukses dari usaha yang ia geluti ada dua: inovasi, dan pantang menyerah. Rasa Espresso yang dimiliki Waroeng Pemula, bahkan baru berhasil didapatkan setelah proses uji-coba selama lebih dari setahun.

Rasa yang sekarang dimiliki pun bukan rasa yang paling final. Masih ada kemungkinan untuk terus berubah, seiring bertumbuhnya pengalaman, referensi, dan pendewasaan setiap individu di Waroeng Pemula.

Berproses seperti menjadi oksigen bagi Waroeng Pemula. Inovasi-inovasi yang muncul merupakan buah dari proses itu sendiri. Tidak disengaja, dan tak direncanakan. Semuanya mengalir apa adanya.

“Waroeng Pemula sendiri warung kopi, tujuannya tetap warung kopi, dengan konsep yang apa adanya,” ujar Dion. “Dalam artian nggak dibuat-buat dan tidak pernah terpikirkan dengan konsep yang ada sekarang.”

Ketika tim Kopiparti mengunjungi Waroeng Pemula pada Jumat 4 Agustus 2017, ada tiga orang yang sedang ngopi di dalam. Dion bersenda-gurau dan menyapa semua tamu seperti layaknya kerabat dekat yang sudah tak bersua sejak lama.

Suasana hangat benar-benar terasa di tengah dinginnya atmosfer Jogja beberapa hari belakangan. Deru mesin kendaraan yang wira-wiri di depan Waroeng Kopi sama sekali tidak menyurutkan kehangatan itu.

Tempat itu benar-benar menjelma seperti motto Waroeng Pemula: Brotherhood with Coffee Mood.

“Persaudaraan dari secangkir kopi,” ucap Dion, menjelaskan maksud motto tersebut. “Tapi bahasa-bahasa seperti itu terjadi dengan sendirinya. Nggak pernah saya konsep. Tanpa ada rencana.”

Secara terbuka, Dion menjelaskan bahwa segmentasi Waroeng Pemula adalah teman ke teman. Bukan berarti tidak ingin menyasar masyarakat umum. Namun Dion sendiri lebih nyaman jika yang datang adalah teman-teman sudah ia anggap sebagai saudara sendiri.

Bagi seluruh karyawan, Waroeng Pemula adalah rumah. Sebagai tempat bermain dan belajar. Syahdan, dari situlah nama Rumah Kompeni berasal.

Rumah Kompeni adalah sebuah atap yang menanungi Waroeng Pemula dan beberapa lini usaha lainnya, termasuk persewaan alat-alat camping.

Dari situ juga akhirnya muncul ide untuk memakai warna-warna putih-hijau, yang merupakan kombinasi warna rumah-rumah lama. Tak heran jika warna putih-hijau banyak mendominasi interior Waroeng Pemula. Tanaman-tanaman segar dalam pot-pot unik pun bertebaran di beberapa sudut, dalam tatanan yang menawan.

“Jadi semuanya tanpa dibuat-buat, dan untuk sekarang pun lebih fokus untuk gimana caranya temen-temen yang bekerja sama aku di sini, temen-temen yang berapresiasi sama aku di sini, dia bisa ciptain karakter dari Waroeng Pemula sendiri yang bener-bener kental persaudaraannya, kental kekerabatannya.”

Menurut Dion, yang paling penting dari sebuah kedai kopi adalah karakter. Jika sebuah kedai kopi tidak memiliki karakter maka yang terjadi adalah mendompleng, atau mirip dengan kedai kopi lainnya. Ujung-ujungnya, sangat sulit untuk mendapatkan tempat di hati penikmat kopi.

“Aku sadar, ketika aku nggak buat tempat ini semakin unik, atau semakin tidak mempunyai karakter, ya pasti dibilang mendompleng tempat lain. Itu yang aku nggak mau.”

Pada akhir sesi wawancara, Dion berpesan kepada seluruh pegiat kopi, termasuk para barista, untuk menjadi seperti kopi itu sendiri: memiliki karakter yang kuat dan beraneka ragam. Bukan hanya ikut-ikutan tren, dan bertujuan untuk uang semata.

Buat Anda yang bosan dengan nuansa ngopi yang “gitu-gitu aja”, atau ingin tahu seperti apa bentuk dan rasa Kopi Binal, silakan datang ke Waroeng Pemula. Inovasi menyegarkan, serta kehangatan persaudaraan yang ditawarkan Dion beserta tim, siap menyambut Anda! (GRS)

2 Replies to “Waroeng Pemula: Ketika Kopi dan Inovasi Bertemu”

  1. sangat sangat istimewaa brother, blas gak ada yang dikurangi dan dilebihkan! Kopi Parti memang juwarahh!
    Sukses dan Semangat untuk Terus Berkarya!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *