7 Hari Coffee , 7 Hari untuk selamanya

Rabu 18 Mei 2022, 15:00 WIB
Ditulis oleh Alip Kopiparti
maret_kopiparti_7hari (1 of 1)
previous arrow
next arrow

slide foto

 

Hari mendung siang itu, saya menggunakan Transjakarta dari Tendean menuju ke Blok M untuk bertemu Sandro. Rencananya, kami akan mencoba beberapa coffeeshop di seputar Panglima Polim, Jakarta Selatan. Saya selalu mendengarkan lagu acak ketika menunggu dan bepergian menggunakan transportasi umum. Di dalam bus, tak banyak orang. Hanya ada supir dan 3 orang penumpang selain saya. Begitu hujan gerimis jatuh ke atap bus, 7 Hari Menuju Semesta berputar di layanan streaming ponsel saya. Lagu dari Melancholic Bitch ini, menurut saya adalah salah satu lagu romantis yang menceritakan hubungan sepasangan manusia yang begitu sarat makna. Lagu yang artinya seringkali diintepretasikan berbeda oleh banyak pendengarnya.

 

Senin, sedang cerah ijinkanlah

Kurayu dirimu lukai aku, belah dadaku, renggut hatiku, makan jantungku

Dalam suka atau duka, kaya atau papa

Sampai kematian memisahkan, memisah jiwa raga kita.

 

Bagi saya, lagu ini menceritakan bagaimana cinta terbentuk dalam 7 hari. Bagaimana perbedaan bisa bersatu, seperti yang ada di lirik,

 

Katakanlah jika, aku Israel kau Palestina

Jika aku Amerika

Kau seluruh dunia

Jika aku miskin kau negara

Jika aku mati kau kematian lainnya

 

Di sepanjang jalan, akhirny saya memutuskan untuk mengulangi lagu tersebut berkali – kali sampai titik akhir saya turun. Dari Blok M, Sandro saya ajak jalan kaki menyusuri bawah railway MRT. Ada sedikit keluhan masalah jarak yang menurut teman saya ini jauh. Sesekali ia curhat soal kisah cintanya sampai tujuan kami ngopi. 

 

Tujuhari Coffee letaknya ga begitu jauh dari area Panglima Polim. Dari luar tempatnya cukup enak  dipandang. Area outdoor terbagi menjadi 2 bagian, di depan pintu masuk dan area yang menggantung agak tinggi di sampingnya. Begitu membuka pintu masuk, meja bar langsung berada di samping lajur jalan. Kursi dan meja di depan meja bar disusun begitu rapi sehingga begitu enak dipandang mata. Di sudut utara, terdapat tempat duduk yang berbentuk tribun, sedangkan bagian selatannya ada sebuah kabinet dengan isian buku – buku. 

Tujuhari sebagaimana yang telah pandangi sekilas, sangat memanjakan bagi orang yang ingin bekerja dari coffeeshop. Tiap meja tersedia colokan yang memudahkan untuk mengisi daya perangkat elektronik. Siang itu kami memesan ice black lemon dan cappucino. Udara yang lembab sehabis hujan mampu kembali disegarkan begitu menenggak ice black lemon. 

Bagi saya, sajian berbasis espresso ini sangat nikmat dan aman meski diminum saat hujan. Pengalaman mencicip rasa dan menikmati ruang yang disediakan bisa dibilang sama romantisnya dengan mendengar lagu gubahan Melancholic Bitch. Bedanya mungkin, di tempat ini akan diartikan seperti tujuh hari menuju kenikmatan. Baik nikmat rasa atau nikmat fasilitas yang membuat nyaman mengerjakan sesuatu. 

 

7 hari coffee

panglima polim

Meet Us

Jl. Nologaten
Caturtunggal
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

55281 Indonesia

Connect With Us

Copyright © 2021 Kopiparti™ Indonesian Coffee Industry Archives, All right reserved