JOGJA DAN KOPI
Ketika kita mencari suatu artikel tentang cafe atau coffee shop atau juga tentang kedai kopi di jogja, pastilah yang keluar pertama adalah artikel ber isi angka dengan kata-kata template yang sering kita lihat .
“ 10 cafe terbaik di jogja “
“ 5 Coffeeshop ter hits di jogja “
“ 7 kedai kopi paling rame di jogja “
“ 10 cafe instagramable di jogja “
Saya pribadi sih ngga masalah dengan itu , itu juga baik untuk mendukung UMKM baru dan kedai kedai kopi terbaik di Jogja untuk menjaga sustainability nya.
Tapi menurut saya jarang sekali ada, yang mau membahas secara detail tentang dunia kopi itu sendiri di kota pelajar ini . Bisa di mulai dari banyak pengusaha muda yang lahir di industri ini hingga bertumbuh dan belajar nya anak anak muda tentang kopi dari jogja. Tak heran kota ini disebut kota pelajar karena banyak pola pikir anak muda disini yang mau dan suka belajar tentang hal baru, termasuk dunia kopi.
Entah mengapa saya punya pemikiran , Kota jogja adalah “ kota yang cukup bisa di perhitungkan dalam skena kopi nasional “, karena banyak nya demand ( kebutuhan ) yang timbul di kota ini , bisa kita lihat dari banyak anak kampus atau pekerja dunia seni, juga pekerja dalam dunia teknologi baru ( start up ) yang bermunculan disana , karena alasan ini, akhirnya banyak pula pengusaha kopi yang hadir untuk memenuhi demand ( kebutuhan ) tersebut dan akhirnya muncul rantai “ Supply and demand “ yang kuat di kota ini.
seperti kata pepatah
“ jika ingin berjalan cepat, jalan;ah sendiri. jika ingin berjalan jauh , jalan;ah ramai-ramai “
Slogan ini terus berputar di kepala saya, karena sisi lain dari banyak nya kedai kopi baru yang bermunculan juga di sambut dengan banyaknya kedai kopi yang tutup, karena masalah nya yang beragam . Nanti mungkin bisa kita bahas di artikel lain tentang alasan terbanyak dan terpenting dari banyak nya kedai kopi tutup / gulung tikar.
Jalan ramai-ramai dari slogan diatas tadi tidak terlihat cukup gamblang dari mata para penikmat kopi di jogja. Tapi dari sisi pemilik atau pengusaha kedai kopi kecil di jogja , sungguhlah terlihat nyata, dari mulai komunikasi yang baik, saling support rekomendasikan tempat baru dan saling membantu ketika ada nya bahan baku yang kurang / habis saat waktu operasional.
Ini sangat nyata terjadi di jogja .
Cukup valid karena saya pernah mengalami nya , hehe .
pernah memiliki kedai kopi sederhana di jogja. Saya pun sering mengenang kala kedai kita ke habisan stock / persediaan entah itu susu atau es atau / bahan lain nya , kita bisa meminta tolong dari kedai teman terdekat untuk di bantu.
dan tentu saja di bantu karena mungkin ada rasa saling peduli dan se nasib.
Banyak pemilik kedai kopi saling kenal di jogja , selain karena dari sektor jurnalistik / media membantu , mereka memiliki rasa yang sama . sehingga komunikasi berjalan dengan baik. kembali lagi , saya rasa dunia kopi atau industri kopi di kota jogja cukup di perhitungkan di kancah nasional, banyak alasan nya . Salah satu nya banyak ide kreatif lahir dari jogja dan konsistensi yang berjalan cukup lama.
Tidak hanya itu, kenyataan nya banyak juga pengusaha kedai kopi yang bukan orang asli jogja yang juga tadinya mahasiswa , kemudian membuat kedai kopi di jogja dan akhirnya kembali ke daerah nya masing masing untuk membuat kedai kopi di daerah asal nya , yang pasti mereka sudah pernah belajar melewati proses membangun dan menjalankan kedai kopi di jogja terlebih dahulu,
sukses atau tidak nya kedai kopinya di jogja , setidaknya jogja menyediakan ruang dan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang kedai kopi / dunia kopi. subur.
Karena demand ( kebutuhan ) nya yang tinggi.
sehingga para pengusaha muda dan baru ini tumbuh di lingkungan atau tanah yang subur untuk belajar membangun kedai kopi mereka hingga belajar tentang dunia kopi, yang ternyata ilmu itu sangat banyak dan mudah di temui dari key person hulu hingga hilir di jogja .
Dari mulai petani kopi, roaster , pemilik kedai , arsitek cafe, seniman, musisi , hingga konsumen mahasiswa lainya. semua ada di kota jogja dan bersliweran .
Ini lah kelebihan kota jogja yang tidak di miliki kota lain dari beberapa dekade lalu.
Jadi menurut pengalaman saya kota jogja adalah salah satu rahim tempat lahir nya pecinta kopi yang baik dan sopan sehingga mereka bisa mengembangkan dan membawa ilmu bahkan pengalaman pribadi mereka dalam dunia kopi saat di jogja ke kampung asal mereka masing masing.
Menurut saya ini juga bisa membantu berkembang nya industri kopi di kota kota kecil tempat asal mereka.
Roaster atau penggoreng kopi di jogja juga ngga kalah seru , pertumbuhan nya cukup signifikan karena demand konsumen tinggi membuat demand kedai kopi juga naik, akhirnya para roaster jagoan baru muncul mengikuti kebutuhan pasar yang naik.
banyak juga sahabat sahabat kami yang dulunya konsumen dan pecinta bahkan pernah memiliki kedai kopi atau saat ini masih memiliki kedai kopi, menambah sektor bisnis nya menjadi roaster .
Saat ini jogja menjadi kota pelajar yang sangat di minati oleh semua anak muda indonesia, karena tersedia banyaknya akses pendidikan yang bisa di dapatkan termasuk kopi.
Tak heran ada pemuda / pemudi dari jogja yang berasal dari kedai kecil berani ikut kompetisi kelas dunia hingga ke Korea , bahkan ada hasil roasting kopi seorang pemuda dari jogja yang pernah memenangkan kompetisi di benua Australia.
Gerakan / movement kopi di jogja juga tak kalah seru, acara acara kopi sering di lakukan , di waktu sebelum pandemi pastinya. Ngopi di museum adalah salah satu contoh nya, yang mungkin bisa di contoh oleh kota kota lain di indonesia termasuk jakarta, dimana di ibukota tersebat banyak museum skala nasional yang fasilitasnya sangat baik.
Kita juga tidak bisa mengesampingkan peran salah satu kedai kopi ternama di jogja yang pernah masuk ke film box office nasional yaitu klinik kopi, ini juga turut mendongkrak ketenaran kopi di kota jogja.
Terakhir dari jogja untuk kopi indonesia
Meet Us
Jl. Nologaten
Caturtunggal
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
55281 Indonesia
Copyright © 2021 Kopiparti™ Indonesian Coffee Industry Archives, All right reserved