



Slide foto diatas
MAMEYA
Hari ke-9
Koffee Mameya adalah salah satu specialty coffee shop yang sudah lama masuk dalam daftar tempat yang ingin saya kunjungi. Sayangnya, pada perjalanan sebelumnya, saya tidak sempat mampir karena satu dan lain hal.
Kali ini, saya akhirnya berkesempatan mengunjunginya. Kami berjalan kaki dari Omotesando sejauh 1,5 km menuju kedai ini. Untungnya, ini adalah tujuan pertama kami hari itu, jadi energi dan tenaga masih penuh setelah istirahat semalam. Ditambah lagi, cuaca cerah dan suhu yang dingin membuat perjalanan terasa lebih ringan.
Kedai ini berada di area Shibuya Jingumae, lebih dekat ke Stasiun Harajuku. Jika tidak ingin berjalan sejauh 1,5 km dari stasiun, mungkin bisa mencoba naik metro dan turun di Stasiun Omotesando, atau menggunakan bus Hachiko, yang berkeliling area Harajuku.
Begitu sampai di sana, saya langsung mengagumi kesederhanaan desain fasadnya. Eksteriornya terbuat dari kayu, dicat hitam, tetapi tekstur kayunya masih sedikit terlihat. Desain ini menciptakan kesan modern yang tetap mempertahankan sentuhan tradisional Jepang.
Saat masuk, saya baru sadar bahwa ruangannya cukup sempit dan hampir tidak ada kursi untuk duduk. Setelah memperhatikan lebih lanjut, ternyata konsep kedai ini memang berbeda—pelanggan diajak untuk berdiri sambil berbincang dengan barista saat menikmati kopi mereka.
Mameya hanya menyediakan kopi filter dan espresso, tidak ada menu berbasis susu seperti latte atau cappuccino.
Saat berbincang dengan barista sambil memesan kopi, saya penasaran dan bertanya, “Apa arti dari Mameya?”
Dengan ramah, sang barista menjelaskan bahwa “Mameya” dalam bahasa Jepang berarti “toko yang menjual biji kopi”, atau dalam bahasa Inggris, “store that sells beans”. Baristanya cukup fasih berbahasa Inggris, sehingga percakapan pun terasa lancar.
Ketika dia menanyakan dari mana asal kami, saya menjawab Indonesia. Wajahnya langsung berbinar, lalu dia dengan antusias bercerita bahwa mereka menggunakan biji kopi dari Indonesia, yang di-roast oleh Common Grounds (CG)—salah satu roaster ternama di Indonesia,apakah kamu mengenal nya ? saya kemudian menjawab mengetahui brand atau merk itu, tapi secara spesifik saya tidak mengenal owner atau roaster nya. Saya kemudian menjawab bahwa brand ini cukup terkenal untuk specialty kopi di indonesia terutama di jakarta.
Sebenarnya, saya sudah melihat nama CG dan beans dari Indonesia dalam daftar pilihan kopi mereka beberapa saat ketika saya memilih beans. Tapi, saya tidak menyangka bahwa sang barista akan menceritakan ini dengan begitu semangat. Sebelum kami menyudahi obrolan, dia juga menambahkan bahwa Mameya hanya menjual kopi dan tidak memiliki roaster sendiri, mereka hanya mengambil beans dari roaster roaster mitra mereka.
Saya akhirnya memesan kopi dari Honduras, yang diseduh dengan metode pour-over. Rasanya fresh dan cukup enak, meskipun menurut saya tidak terlalu spektakuler, atau mungkin ekspektasi saya yang terlalu tinggi.
Untuk pengalaman rasa, saya beri nilai 8.7/10.
Meet Us
Jl. Nologaten
Caturtunggal
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
55281 Indonesia
Copyright © 2021 Kopiparti™ Indonesian Coffee Industry Archives, All right reserved