



Slide foto diatas
Baru saja kembali dari perjalanan ke Jepang, saya masih terbawa suasana tentang betapa nyamannya hidup di sana—terutama dalam hal menikmati kopi. Sebagai pecinta kopi, tentu saya sudah punya daftar coffee shop specialty yang ingin saya kunjungi, dari Kurasu Kyoto hingga Mameya Tokyo. Namun, ada satu kebiasaan ngopi di Jepang yang diam-diam membuat saya ketagihan, sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya—kopi konbini.
Jika mendengar kata “kopi enak,” mungkin yang terbayang adalah kedai kopi dengan desain minimalis, barista yang terampil, dan aroma biji kopi yang baru digiling. Tapi di Jepang, kopi enak juga bisa datang dari tempat yang jauh lebih sederhana: konbini, alias convenience store yang tersebar di setiap sudut kota.
Sebelum pergi ke Jepang, saya sudah sering mendengar tentang konbini—toko serba ada yang tidak hanya menjual makanan siap saji, tetapi juga menyediakan berbagai layanan lain, mulai dari pembayaran tagihan hingga jasa pengiriman barang. Tapi yang paling menarik perhatian saya selama di Jepang adalah mesin kopi otomatis di konbini, yang selalu siap menemani pagi saya di Tokyo, sore saya di Kyoto, dan malam saya di Osaka.
Di tiga jaringan konbini terbesar—7-Eleven, FamilyMart, dan Lawson—kopi sudah menjadi bagian dari keseharian. Baik itu pegawai kantoran yang butuh kafein pagi-pagi sebelum naik kereta, mahasiswa yang mengerjakan tugas hingga larut malam, atau wisatawan seperti saya yang membutuhkan sedikit energi ekstra setelah berjalan seharian.
Saya masih ingat pertama kali mencoba kopi konbini. Saat itu, pagi di Tokyo cukup dingin, dan saya baru saja keluar dari hotel untuk memulai petualangan hari itu. Alih-alih mencari kafe, saya melihat sebuah 7-Eleven di seberang jalan dan berpikir, “Kenapa tidak mencoba kopi di sini?”
Saya masuk, berjalan ke kasir, dan memesan, “Hot coffee, regular size.” Kasir langsung memberikan cup kosong dan mencatat pembayaran. Harganya? Hanya sekitar 100–150 yen—terlalu murah untuk dilewatkan.
Saya kemudian menuju sudut toko tempat mesin kopi otomatis berada. Di sana, saya cukup meletakkan cup di bawah dispenser, menekan tombol “Regular Hot Coffee,” dan dalam hitungan detik, aroma kopi yang baru diseduh memenuhi udara. Saya menutup cup, mengambil kopi saya, dan keluar dari konbini dengan tangan yang lebih hangat serta langkah yang lebih ringan.
Dan begitulah, kopi konbini menjadi kebiasaan saya selama di Jepang. Setiap pagi sebelum naik kereta di Tokyo, di sela-sela perjalanan menjelajahi Kyoto, bahkan di malam hari setelah seharian berkeliling Osaka, saya selalu mampir ke konbini untuk membeli secangkir kopi.
Tidak hanya di konbini, saya juga menemukan betapa kopi di Jepang benar-benar ada di mana-mana, bahkan di vending machine! Hampir setiap sudut kota—di stasiun, di pinggir jalan, bahkan di dalam gedung perkantoran—pasti ada vending machine yang menjual kopi kalengan dengan berbagai pilihan rasa dan suhu. Ada yang panas, ada yang dingin, ada yang manis, ada yang pahit. Beberapa bahkan berasal dari brand kopi terkenal seperti BOSS Coffee atau Georgia Coffee.
Pernah suatu malam di Kyoto, saat udara mulai dingin dan saya kehabisan tenaga setelah seharian menjelajah Fushimi Inari, saya melihat vending machine bercahaya di tengah jalan. Saya memasukkan 130 yen, memilih “hot black coffee”, dan dalam beberapa detik, saya sudah memegang kaleng kopi hangat di tangan saya. Momen kecil yang sederhana, tapi sangat berarti.
Setelah beberapa hari di Jepang, saya mulai menyadari bahwa kopi konbini dan kopi vending machine bukan hanya sekadar minuman cepat saji—ini adalah bagian dari budaya Jepang itu sendiri.
Setelah kembali ke rumah, saya menyadari bahwa kopi konbini meninggalkan kesan yang mendalam dalam perjalanan saya di Jepang. Bukan karena ia kopi terbaik, tetapi karena ia adalah kopi yang selalu ada.
Jika suatu hari saya kembali ke Jepang, saya pasti akan mengunjungi coffee shop specialty untuk menikmati rasa kopi yang lebih kompleks. Tapi saya juga tahu satu hal—di antara perjalanan dari satu kota ke kota lain, di antara stasiun-stasiun kereta, atau saat udara pagi yang dingin menusuk, saya pasti akan tetap mampir ke konbini untuk secangkir kopi panas. Bahkan tidak menutup kemungkinan Vending machine, seperti gambar kopi shinaknsen diatas, kami dapatkan melalui vending machine di saat menunggu kereta Shinkansen kami datang.
Karena bagi saya, kopi konbini bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang pengalaman
Meet Us
Jl. Nologaten
Caturtunggal
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
55281 Indonesia
Copyright © 2021 Kopiparti™ Indonesian Coffee Industry Archives, All right reserved