NADOYA NO KATTE, TOKYO BEST

Jumat 08 Maret 2025, 10:00 WIB
Ditulis oleh Choki Kopiparti
DSCF7790
previous arrow
next arrow

Slide foto diatas

NADOYA NO KATTE

Hari ke 12 (dua belas) – Hari terakhir di Jepang

Hari terakhir di Jepang menjadi momen spesial bagi saya, karena di hari ini saya menemukan kopi terenak kedua setelah Tasuku—yaitu Nadoya no Katte. Kedai kopi ini terletak di pinggiran Shibuya, tepatnya di dekat area Yoyogi, sekitar 400 meter dari Stasiun Yoyogi-Uehara yang bisa diakses menggunakan Odakyu Line dari Stasiun Shibuya.

Dari kejauhan, tempat ini tampak teduh dan nyaman, dengan area outdoor yang luas serta indoor yang menyediakan banyak kursi dan meja. Bangunannya seperti rumah yang disulap menjadi kafe, memberikan kesan hangat dan homey. Sepertinya, area outdoor menjadi primadona, karena dipenuhi tanaman dan pepohonan cantik yang terlihat estetik saat diabadikan dalam foto.

Saat mengantre untuk memesan kopi, saya masih terpukau oleh desainnya. Tempat ini benar-benar indah, dengan sentuhan lampu gantung tradisional Jepang, aksen kayu, serta material kaca yang cukup mendominasi. Beberapa bagian menggunakan material semen dan batu, memberikan keseimbangan antara nuansa modern dan tradisional.

Di depan reception stand, seorang perempuan ramah dan sopan menyambut saya dengan pertanyaan, “Apakah ini kunjungan pertama Anda ke sini?” Saya menjawab “Ya”, lalu dia dengan penuh antusias menjelaskan konsep kedai ini—terutama mengenai biji kopi yang mereka gunakan, latar belakangnya, serta metode seduh terbaik untuk setiap jenis biji kopi.

Terakhir, dia bertanya, “Kopi seperti apa yang Anda inginkan hari ini?”

Saya memutuskan untuk mencoba dua jenis kopi: Pour Over dan Cappuccino, tentu juga untuk dibagikan dengan istri saya.

Sesaat setelah kopi diantarkan, saya langsung mencicipi Cappuccino terlebih dahulu—dan hasilnya mengagumkan. Sepertinya ini pertama kalinya saya menemukan aroma kopi seperti ini. Saya sempat terkejut, karena ada aroma berry yang kuat, diikuti dengan aftertaste stroberi yang jelas terasa.

Rasa ini benar-benar unik.

Meskipun body kopinya tidak terlalu tebal dan kuat, karakteristik seperti ini memang biasa ditemukan di coffee shop specialty. Acidity-nya ringan, membuat aroma berry dan aftertaste stroberi tetap terasa jelas dan bersih. Benar-benar seperti minum kopi rasa stroberi! Saya sampai tertawa kecil karena rasanya begitu di luar dugaan.

Setelah membilas mulut dengan air putih, saya mencoba Pour Over-nya. Kali ini, karakter rasa kopinya lebih pekat, dengan body yang cukup tebal. Aromanya memiliki nuansa chocolaty dan kacang-kacangan, memberikan sensasi yang berbeda tetapi tetap spesial.

Barista di sana menjelaskan bahwa mereka menggunakan biji kopi dari Glitch Coffee & Roastery, salah satu coffee shop terkenal di Jepang yang sebenarnya masuk dalam itinerary saya, tetapi tidak sempat saya kunjungi. Untungnya, menurut barista, biji kopi Glitch yang tersedia di sini sama persis dengan yang digunakan di kedai aslinya—jadi saya tetap bisa mencicipi kopi Glitch, meskipun tidak langsung dari sumbernya.

Untuk saya  Nadoya no Katte benar-benar berkesan. Saya beri nilai 9.5/10—ENAK!

Dan jika ada kesempatan kembali ke Jepang, saya pasti akan mampir lagi ke sini, pasti.

Meet Us

Jl. Nologaten
Caturtunggal
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

55281 Indonesia

Connect With Us

Copyright © 2021 Kopiparti™ Indonesian Coffee Industry Archives, All right reserved